Ini kah Akhirnya?

terpaku.
ya hanya bisa terpaku,diam,gemetar dan seluruh tubuh bergetar, aku hampir lunglai dihadapannya.
ku tahan, ku coba menguatkan diriku utk tetap berdiri tegak.
semua yg ada terasa bergemuruh.
dadaku berdegup kencang, aku tak tau rasa apa ini.
dia menatapku lirih dan kembali mengatakan itu.
aku, aku hanya terdiam diam terpaku, memandangnya nampak tak percaya dengan apa yang dia katakan.

benarkah.
ya benarkah kata-katanya?.
kata itu yang ku nanti-nanti dari dulu.
kata itu yang ku harapkan dari dulu.
kata itu yang ku perjuangkan dari dulu.
dan
hari ini dia mengatakannya.
dengan senyumnya yang ku nanti sejak dulu.
kembali lagi, benarkah?

terdiam.
diam diam diam. aku benar-benar kaku.
mendengar kata-kata itu.
apa yang ku lakukan sekarang?
apakah aku harus tersenyum bahagia atau
menangis bahagia.
aku bingung. aku aku aku
berdiri pun aku hampir tak kuat.
semua bergetar setelah mendengar kata-kata itu.
dengan kondisi seperti ini
yang ku bisa hanya mencoba sedikit tersenyum.
menunduk kepadanya, membalikkan badan,
dan pergi meninggalkannya selangkah demi selangkah,

langkah.
langkah ini ku rasa sangat berat.
perlu energi ekstra untuk melangkah pergi meninggalkan sosoknya.
dengan berkas-berkas di tangan.
yang membuatku semakin berat untuk meninggalkannya.
selangkah demi selangkah
ah, apakah ini akhirnya?

menunduk.
ya aku hanya bisa menunduk,
sambil mencoba melangkah dengan kuat meninggalkan ruangan itu,
ah, aku harus kuat bisikku untuk diriku.
ku coba menatap kedepan.
kulihat sosok-sosok itu menantiku,
ya sosok-sosok yang menemani dan membuatku lebih berwarna.
tatapanku membuat sosok-sosok itu harap-harap cemas, meraka pun diam saat melihatku keluar dari ruangan itu,
mereka menatapku dengan sebuah pertanyaan besar,
mereka mencoba tersenyum tapi aku tau
mereka pun bingung apakah harus tersenyum atau menguatkanku.

akhirnya,
ya akhirnya, benarkah ini akhirnya?
akhirnya aku berdiri dihadapan mereka.
mereka memandangku.
sebuah pandangan yang memaksaku untuk mengatakan semua yang dikatakan sosok di dalam ruangan itu.
ya aku tau
mereka pun ingin tau
tapi aku hanya bisa diam
memandang mereka satu-satu
lalu salah satu dari mereka merangkulku.
dia berbisik dengan lembut
‘semangat selalu’
ah, kata itu menambah energi ku untuk kuat mengatakannya.
ku pandangi mereka satu-persatu sekali lagi,
dan ku katakan ke mereka
‘Kata pembimbing, skripsiku di acc untuk sidang minggu depan’

seketika meledaklah semua kebahagian.
ini kah akhirnya?
Bismillah selangkah lagi

Palangkaraya, 18 Maret 2015
Menjadi Sosok yg Slalu Bersyukur

HusnAndalusia2015/PujjaSariPurnama

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s